Perizinan Orang Tua

 

Informasi Kunjungan Orang Tua 

Bagi orang tua/wali santri, dan tamu yang berkunjung diharuskan sebagai berikut :

1. Menaati tata tertib dan peraturan pesantren

2. Melaporkan kepentingannya pada bagian keamanan dan wali asuh

3. Meninggalkan kartu Identitas Keluarga Besar NFBS Lembang untuk ditukar  dengan kartu kunjungan di kantor Syu'un Thalabah

4. Kunjungan menengok santri dapat dilakukan di hari Ahad setiap dua pekan sekali dengan ketentuan:

Tholib : pekan I dan III

Tholibah : pekan II dan IV

Untuk pekan V tidak ada kunjungan orang tua santri.

5. Orang tua/wali tidak diperkenankan memasuki kamar-kamar santri.

6. Orang tua/wali tidak diperkenankan membawa santri keluar dari lingkungan Pesantren. 

7. Tidak merokok di lingkungan pesantren.

8. Berbusana muslimah menutup aurat bagi perempuan. 

9. Tidak mengenakan celana pendek atau membuka baju bagi laki-laki.

10. Tidak mengganggu kegiatan belajar santri.

11. Mengisi buku tamu ketika berkunjung ke pesantren .

12. Pertemuan dengan santri dilakukan di ruang khusus atau masjid.

13. Tamu dimohon untuk menjaga ketertiban dan kebersihan pesantren

14. Waktu kunjungan berakhir selambatnya pukul 17.00 WIB, apabila melebihi dari waktu yang ditentukan, maka akan diberikan surat teguran.

 

B. Pulang  dan Kedatangan Santri

Santri dapat keluar dari pesantren untuk pulang dengan ketentuan sebagai berikut : 

1. Waktu pulang santri adalah waktu libur  yang telah ditentukan oleh pesantren. Yaitu : Idul Fitri, Jeda Semester, dan kenaikan kelas.

2. Santri tidak diizinkan pulang sendirian tanpa dijemput oleh Orang tua atau Wali yang sudah terdaftar di Pesantren.

3. Santri hanya berhak dijemput oleh orang tua/ wali santri, atau keluarga dekat santri.

4. Bila penjemputan dipercayakan kepada orang lain, maka didahului pembicaraan resmi antara orang tua/wali dengan pihak pesantren/Suun Tholabah.

5. Santri tetap menjaga adab Islami. 

6. Jika santri pulang tidak sesuai dengan prosedur, maka dianggap sebagai pelanggaran dan akan diberikan sanksi pendidikan oleh Pesantren.

7. Santri wajib hadir kembali ke pesantren tepat pada waktu yang telah ditentukan.

 

C. Perizinan Khusus

Q.1. Sebab Perizinan  Khusus

Santri dapat diizinkan pulang atau meningalkan Pesantren untuk keperluan tertentu, yang mengharuskan santri menginap di luar pesantren dengan ketentuan kasus sebagai berikut :

1.    Kematian

Kematian yang dimaksud dalam hal ini adalah kematian yang menimpa Orang Tua, paman/bibi,kakek/nenek, dan saudara kandung

1. Pernikahan

Pernikanhan  yang dimaksud dalam hal ini adalah pernikahan :  Orang Tua, paman/bibi, dan saudara kandung.

2. Sakit Keras

Sakit keras yang dimaksud dalam hal ini adalah sakit parah atas diagnosa dokter yang menimpa Orang Tua, kakek/nenek, dan saudara kandung

3. Berobat

Santri dapat diizinkan berobat keluar dari pesantren setelah mendapat rekomendasi dari dokter pesantren melalui surat yang dikeluarkan oleh  klinik pesantren, dan penanganannya diserahkan kepada orang tua/wali santri.

4. Kondisi khusus atas pertimbangan pesantren.

 

Q.2. Prosedur Perizinan Khusus

1. Orang tua/wali santri menyampaikan perihalnya kepada Syu’un Tholabah via email.

2. Mendapat izin dan bukti fisik perizinan. 

3. Bukti perizinan tersebut dibawa oleh santri /wali santri untuk selanjutnya diserahkan kepada bagian keamanan, sebagai bukti bahwa santri yang bersangkutan telah mendapat izin untuk meninggalkan pesantren

4. Bila perihalnya karena berobat, baik rutin maupun mendadak dan serius, maka santri tersebut harus mendapat dan menyertakan rekomendasi dari pihak klinik Pesantren secara tertulis dan kembali ke pesantren  menyerahkan surat keterangan dokter.

5. Setelah kembali ke pesantren santri diharuskan melapor ke bagian keamanan.

D. Keluar Lingkungan pesantren

Santri dapat keluar dari lingkungan pesantren dengan dalam menjalankan programa pesantren ketentuan:

1. Hanya untuk keperluan pembinaan/halaqoh dan kegiatan sekolah (olahraga, rihlah, mabit) 

2. Santri harus mendapat rekomendasi dari Wali Asrama dan kepala bidang terkait. 

3. Kartu izin keluar yang sudah mendapatkan pengesahan diserahkan kepada bagian Security.

4. Ketika santri kembali ke pesantren diharuskan melapor ke bagian Security.