Best NFBS Lembang Akan Gelar Camp Da'i Muda se Nasional

cdmLEMBANG - Kebangkitan Islam tidak mungkin bisa diwujudkan apabila hanya terpusat dalam pusaran pergerakan segelintir orang saja. Melainkan perlu adanya kerja sama antara semua pihak yang memiliki satu cita dan satu tujuan.Maka menjadi sebuah kewajiban bagi kita semua untuk bisa membangun sebuah poros yang bergerak dan menggerakkan massa.

Badan Eksekutif Santri SMP - SMA Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang memiliki impian untuk bisa mempersatukan seluruh remaja aktifis dakwah di seluruh Indonesia agar bisa berjalan beriringan dan saling mendukung satu sama lain dalam menjalankan misi dakwahnya. Dan kami akan mengemas seluruh impian ini dalam sebuah kegiatan yang bernama Camp Da’i Muda III.

Kegiatan Camp Da'i Muda akan di gelar pada tanggal 29-31 Maret 2014 di Kampus Nurul Fikri Boarding School Lembang, yang berskala Nasional yang akan dihadiri dari berbagai sekolah di Indonesia

Ketua Panitia Camp Da'i Muda Walid Ghozin Mengatakan, Kita hendak mencetak generasi, mencetak kader dakwah untuk generasi remaja saat ini, yang kami harapkan dengan adanya kegiatan semacam ini, para peserta dapat tertanamkan pribadi muslim sejati karakter yang Sholih, cerdas dan tentunya mampu atau siap memimpin, disamping itu juga yang kami harapakan, ketika mereka kembali ke sekolah masing-masing itu dapat menyampaikan kembali apa yang didapat selama Camp Da'i Muda ini

Dalam kegiatan Camp Da’i Muda ini berbentuk dauroh diselingi dengan eksebisi-eksebisi yang akan diselenggarakan selama 3 hari. Dengan konsep eksebisi yang dapat mendukung aktivitas kegiatan dakwah sekolah. Adapun eksebisi yang akan diselenggarakan adalah Jelajah Alam, Rally Photo, Musabaqoh Hifdzul Qur’an, Cerdas Cermat Agama, Dai Muda, Nasyid, Puisi, Yel-Yel, dan diakhir kegiatan ini akan dideklarasikan PELAJAR ANTI SYI'AH, ungkap Walid Ghozin.

Kita sekarang tahu bahwa Syi’ah bukanlah sekedar aliran paham biasa, akan tetapi ia sekarang berubah menjadi aliran pergerakan politik yang bisa merongrong eksistensi negara.. Lihatlah bagaimana mereka merencanakan pengguliran revolusi sedikit demi sedikit, bagaimana mereka menjadikan dutanya sebagai alat penyebar aliran, dan ini sudah tersebar di berbagai Sekolah, Kampus dan Pemerintahan di Indonesia sekaligus dijadikan sebagai alat politiknya.

oleh : ustadz syamsudin