Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan*

Segala puji bagi Allah, Rabb pencipta alam semesta, shalawat serta salam hanya bagi Rasulullah saw, dan semoga Allah memberi kemudahan agar kita bisa napak tilas dijalan sunnah beliau, sunnah da'wah dan sunnah perjuangannya.
ketika berbicara tentang kepemimpinan para ulama mengatakan bahwa  selain berkaitan dengan minhatun rabbaniyah atau grand design Allah untuk menyiapkan generasi yang mempunyai kapasitas kepemimpinan, tetapi disamping itu kepemimpinan juga memiliki ruang-ruang kemanusiaan yang harus kita siapkan untuk memfasilitasi lahirnya para pemimpin tersebut.

Kami di Yayasan Pesantren Pendidikan Islam Madani melihat adanya sebuah peluang untuk mengambil peran dalam upaya menyiapkan masa depan melalui pendidikan dengan konsep kepemimpinan atau konsep tabkiir qiyadi yaitu bagaimana melahirkan proses kepemimpinan sejak dini, ini adalah judul besar yang kami usung dan coba tawarkan kepada masyarakat.

Permasalahan pendidikan adalah masalah yang sangat urgen yang memerlukan perhatian lebih, dan kami melihat bahwa perlu adanya transformasi pendidikan yang memberikan warna lebih konprehensif dan islami.
Kita berharap bahwa generasi kedepan adalah generasi yang secara umum tertuang dalam motto kami yaitu terlahir generasi “Sholih, Cerdas dan Mampu memimpin”.

Untuk memudahkan kami dalam menterjemahkan visi besar kami tersebut maka dalam hal ini kita menerapkan pendekatan holistic atau komprehensif tadi,hal  ini dilakukan kerena padaha kikatnya manusia mempunyai 4 potensi dasar yang harus dipenuhi secara seimbang,

Pertama adalah addharurah almaadiyah atau kebutuhan secara fisik, yang kedua adalah addharurah alma'nawiyah atau kebutuhan secara psikis, yang ketiga adalah addharurah al'aqliyah atau kebutuhan intelektual, dan yang keempat adalah addharurah arruhiyah atau kebutuhan spiritual.

Dalam hal ini kami dari SMP-SMA Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang melihat bahwa  yang kita didik adalah mereka yang berada dalam usia keemasan atau golden age dalam pendidikan dan pembinaan, jika dalam bahasa psikologi disebutkan bahwa usia keemasan adalah memasuki massa  sinnul murahik atau massa remaja.

Para ulama mengatakan bahwa pada massa usia remaja ini adalah massa usia keemasan karena mereka mempunyai dua potensi, pertama adalah potensi butuulah atau potensi kepahlawanan, mereka adalah orang-orang yang dapat mengimitasi nilai kepahlawan sehingga hal ini memudahkan kita untuk membentuk mereka menjadi pahlawan.

 Kedua adalah mereka mempunyai potensi tamarrud atau potensi menyimpang, ini adalah potensi ke- khasan anak ABG atau remaja karena mereka ingin mengexplorasi dan meneguhkan eksistensinya, oleh karena itu potensi ini harus kita arahkan sehingga dapat menjadi sesuatu yang baik.

Untuk itu kurikulum pendidikan didesain dengan sedemikian rupa dengan lebih integratif dan berkesinambungan dengan frame akademis dan frame tarbiyah islamiyah. Pada akhirnya terlahir generasi yang mempunyai kemampuan akademis dengan memiliki karakter yang sholih, cerdas dan mampu memimpin.

*Oleh KH Wildan Hakim MA (Direktur Yayasan Pesantren Pendidikan Islam Madani)